Mengenal City Pop Jepang dan Musiknya

Pemutar kaset dan piringan hitam di dekat jendela dengan latar lampu kota malam

City pop Jepang dan musiknya sering terdengar seperti suara kota pada malam hari: bas yang licin, gitar funk yang renyah, dan synthesizer yang berkilau. Genre ini lahir di Jepang pada akhir 70-an hingga 80-an sebagai pop yang lebih matang dan berorientasi pada pendengar dewasa. Kalau kamu pernah menemukan lagu Jepang bertempo santai tapi terasa mewah, kemungkinan besar itu city pop.

Apa yang Membuat City Pop Terasa Berbeda

Secara sederhana, city pop adalah pop Jepang yang menyerap pengaruh funk, disco, boogie, soul, dan AOR (album-oriented rock versi Amerika). Istilah AOR sendiri merujuk pada musik rock dan pop yang rapi, bersih, dan cocok diputar di radio orang dewasa. Musisi Jepang pada masa itu mengambil elemen itu, lalu mencampurnya dengan melodi J-pop yang mudah diingat.

Yang paling mudah dikenali adalah permainan basnya. Banyak lagu city pop memakai bas dengan gaya slap atau groove yang lincah, bukan sekadar mengikuti akar nada. Gitar ritmis sering dimainkan dengan teknik muting atau pola funk pendek. Di lapisan atas, synthesizer dan electric piano memberi warna hangat yang khas. Suasananya terdengar seperti kenangan akan kota besar, lengkap dengan gedung tinggi dan lampu jalan.

Liriknya banyak bercerita tentang kehidupan urban: perjalanan malam, cinta yang rumit, liburan ke pantai, atau sekadar melamun di balkon apartemen. Campuran musik yang ceria dengan lirik yang agak sendu inilah yang membuat city pop tidak terasa satu dimensi.

Era Keemasan dan Nama-Nama Penting

City pop bukan mazhab tunggal. Sebutan ini dipakai belakangan untuk menamai berbagai musik Jepang yang muncul di periode yang sama. Beberapa nama yang sering muncul saat membahas genre ini antara lain Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Anri, Toshiki Kadomatsu, dan band seperti Cassiopea. Mereka tidak selalu memakai label city pop saat berkarya, tetapi bunyi yang mereka hasilkan jadi acuan bagi generasi berikutnya.

Pada masa itu, studio rekaman Jepang punya peralatan berkualitas dan musisi sesi yang sangat terlatih. Kondisi ini membuat produksi musik terdengar rapi tanpa kehilangan rasa. Banyak lagu city pop dibangun dari permainan musisi live, bukan hanya mesin drum dan synthesizer, sehingga groove-nya terasa hidup.

Memasuki 90-an, popularitas city pop menurun di Jepang. Genre ini sempat terlupakan sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh pendengar luar negeri lewat internet pada 2010-an. Platform streaming membuat lagu-lagu lama mudah diakses, dan dari situ city pop mendapat audiens baru di Amerika, Eropa, dan Asia Tenggara.

Lagu City Pop yang Cocok Jadi Pintu Masuk

Kalau baru ingin mengenal genre ini, tidak perlu langsung menelusuri diskografi panjang. Beberapa lagu berikut cukup mewakili beragam sisi city pop:

  • Plastic Love dari Mariya Takeuchi. Lagu ini paling sering disebut ketika orang membicarakan city pop. Groove-nya santai, aransemennya rapi, dan liriknya getir.
  • Ride on Time dari Tatsuro Yamashita. Nuansa funk dan soul-nya kental, cocok untuk memahami sisi dansa dari genre ini.
  • Last Summer Whisper dari Anri. Warna boogie dan suasana musim panas terasa jelas di sini.
  • Take Me to the Sky dari Toshiki Kadomatsu. Aransemennya lebih rumit dan menunjukkan sisi jazzy dari city pop.
  • Summer Connection dari Taeko Onuki. Lagu ini memperlihatkan bahwa city pop juga bisa terasa lembut dan reflektif.

Setelah terbiasa dengan lagu-lagu itu, kamu bisa menelusuri album utuh, bukan hanya lagu tunggal. Album seperti For You, Timely!!, atau Sea Breeze memberi gambaran lebih lengkap tentang bagaimana satu karya city pop dibangun dari awal sampai akhir.

Kenapa Genre Ini Kembali Populer

Ada beberapa alasan yang membuat city pop kembali terdengar relevan. Pertama, bunyinya yang hangat dan analog terasa kontras dengan musik pop yang serba digital. Kedua, suasana yang dibangun cocok untuk berbagai situasi, mulai dari belajar, bekerja, sampai perjalanan malam. Ketiga, komunitas daring membuat lagu-lagu lama cepat menyebar lewat daftar putar dan unggahan video.

Musisi muda Jepang dan luar negeri juga mulai memasukkan elemen city pop ke dalam karya mereka. Kadang hanya berupa permainan bas dan synthesizer, kadang sampai ke nuansa keseluruhan. Fenomena ini membuat batas antara city pop dan musik pop modern jadi kabur, tetapi justru membantu genre ini tetap hidup.

Cara Menikmati City Pop di Rumah

Tidak ada aturan khusus untuk mendengarkan city pop. Beberapa hal bisa membuat pengalaman mendengarnya lebih terasa:

  1. Dengarkan lewat headphone atau speaker yang cukup baik. Detail bas dan synthesizer adalah daya tarik utama genre ini.
  2. Coba nikmati satu album penuh, bukan hanya lagu populer. Urutan lagu sering disusun untuk membangun suasana.
  3. Perhatikan bagian bas dan drum. Keduanya yang biasanya menentukan groove.
  4. Baca terjemahan liriknya. Banyak lagu city pop punya cerita yang menarik dan tidak selalu seceria musiknya.

Kalau kamu ingin belajar memainkan musiknya, mulailah dari pola bas dan akor yang sederhana. Banyak lagu city pop memakai progresi akor yang lazim di jazz dan soul, sehingga bisa jadi latihan yang menyenangkan untuk memahami harmoni pop Jepang.

Ringkasan

City pop adalah pop Jepang yang memadukan funk, disco, dan AOR dengan nuansa kehidupan kota. Era keemasannya berlangsung sekitar akhir 70-an sampai 80-an, dan kini genre ini menikmati popularitas baru berkat streaming serta komunitas daring. Mendengarkan beberapa lagu kunci lalu menelusuri album utuh adalah cara paling nikmat untuk mengenalnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah city pop sama dengan J-pop?

Tidak. J-pop adalah istilah luas untuk musik pop Jepang dari berbagai era dan gaya. City pop hanya salah satu bagian dari J-pop, dengan ciri bunyi funk, disco, dan AOR yang khas.

Apakah city pop hanya dari tahun 80-an?

Sebagian besar lagu yang dianggap klasik berasal dari akhir 70-an hingga 80-an. Namun, musisi baru masih membuat lagu dengan nuansa city pop, sehingga genre ini tidak terbatas pada satu dekade saja.

Dari mana sebaiknya mulai mengenal city pop?

Mulailah dari lagu-lagu populer seperti Plastic Love atau Ride on Time, lalu lanjut ke album utuh dari penyanyi yang kamu suka. Setelah itu, kamu bisa menelusuri artis lain yang sezaman untuk memperluas selera.